Skip to main content

Labuan Bajo Trip 2019 Part I

Assalammualaikum !
Holla !

Mumpung aku masih menunggu adanya kabar baik (doain ya), aku mencari kesibukan. Sebelumnya kenapa aku memutuskan untuk resign dari perusahaan tempat kerjaku dulu karena aku ingin fokus menyiapkan diri aku untuk lanjut kuliah. Udah mencoba sambilan bekerja dalam menyiapkannya, tapi ternyata tidak berhasil. Akhirnya memutuskan untuk resign. Tapi dengan berjalannya waktu ternyata ada sesuatu yang membuat aku tidak bisa lanjutin fokus kesana, aku malah cari kerja lagi. hahaha. Tetep sih sambil mencari beasiswa untuk kuliah, hanya saja tidak seperti bayangan aku fokusnya bagaimana ketika memutuskan untuk resign.

Karena aku tipe orang yang tidak bisa diam apalagi tidak melakukan sesuatu dalam satu hari (mungkin ada satu atau dua hari aku ingin diam saja), aku selalu cari kesibukan. Walaupun ya monoton juga sih. hahaha. Tapi alhamdulillah aku bawa enjoy. Sempet seperti stress juga karena kegiatan aku gini-gini saja, hasrat ingin kerja lagi tinggi banget. Mood aku jadi swing, tidak jelas. Sedih tanpa alasan. Over-thinking ke hal-hal yang tidak perlu aku pikirin sejauh itu. Aku menyebuhkan itu dengan cara balik ke Allah lagi, jadi lebih sering baca Al-Quran. Refreshing keliling Jakarta aja bawa kamera, naik public transport. Dari jalan-jalan itu aku bisa liat masih banyak orang-orang yang berjuang lebih sulit dibandingkan aku dan aku seharusnya masih bisa bersyukur dengan apa yang aku punya sekarang.

Walaupun kondisi teman-teman mungkin lagi di titik terendah atau down, coba deh teman-teman tetep berbagi sama orang-orang di sekitar kita. Bener loh itu bisa jadi obat kita, dan aku percaya Allah akan memberikan berkali-kali lipat dari apa yang sudah kita berikan. Hehe. Mungkin rezekinya bukan dari amount, tapi bisa dari hal-hal yang terjadi di kehidupan kita. Aku bener-bener merasakannya banget sih alhamdulillah. Semoga teman-teman juga bisa ngerasain yang aku rasain ya :)

Salah satu hal yang aku lakukan belakangan ini adalah menyusun goals buat tahun ini dan beberapa tahun ke depan biar hidup aku lebih tertata dan bisa jadi doa loh. Hehe. Salah satunya adalah lebih aktif lagi di Blog. Mungkin untuk sekarang ini aku masih mau bahas pengalaman traveling aku, tapi ke depannya aku ingin juga bisa bahas isu-isu atau beauty seperti skincare atau makeup (haha. aku suka sih otak-atik makeup). Aku suka juga bahas isu-isu gitu kalau lagi ketemu sama teman-teman. Bahkan kalau lagi sama cowok aku juga, kita suka membahas hal yang ada di sekitar kita. Kerjaan, isu. Kadang ya curhatan, tapi yang bikin aku "kepincut" sama cowokku ini ya awalnya karena kita sering ngobrol membahas apapun, bahkan di saat kita belum ketemu. LOL. Ngobrol sama dia tu bisa sampai kurang lebih tiga jam. Mantap kan. HAHA. Tapi aku suka juga sih walaupun kuping panas. 💖

Tahun 2019 lalu tepatnya bulan April, aku mencoba petualangan baru ke Labuan Bajo, Flores. Alhamdulillah. Bener-bener sampai sekarang pun tidak menyangka kalau aku sudah pernah kesana. Labuan Bajo itu salah satu destinasi Indonesia yang menyimpan banya ciptaan Tuhan yang sangat indah. #eaaa Ini tu seperti aset sangat berharga negara tercinta kita deh. Salah satu binatang yang sudah masuk ke golongan endemik bisa kita temukan hanya di daerah ini, Komodo.

Anyway ini blog bakal panjang banget sih. Semoga happy dan bermanfaat yaa. Aku masih belajar juga buat nulis ini. hehehe.

Jadi aku ke Labuan Bajo bersama tiga temanku, kita satu tempat kerja saat itu. Salah satu teman aku ini ada yang bawa teman-teman kuliahnya buat ikut di trip. Kita tidak menggunakan travel agent, teman aku yang bawa teman ini sudah pernah ke sini sebelumnya dan memiliki kontak orang di sini yang alhamdulillah bisa bantu kita buat merasakan trip ala ala open trip dengan cara patungan. Total pengeluaran aku disini sekitar 4-5 juta (include : tiket pesawat pulang pergi + penginapan satu hari di Labuan Bajo + nginep di kapal (termasuk makan minum) + snorkeling + tempat wisata (-) oleh-oleh) heheheh.

Kita disana total empat hari tiga malam dan akan merasakan Sailing selama tiga hari dua malam. Kapan lagi hayyo bisa merasakan tidur di kapal jenis Kapal Pinisi dengan harga terjangkau. Kita sewa Kapal Pinisi untuk merasakan sailing dengan harga 1 juta (include : makan, minum, bensin dan tiket pariwisata). Lumayan enak loooh.. Di kamar udah ada AC yang bisa dinyalakan ketika malam hari dikarenakan genset kapal dinyalakan setiap malam hari saja gaes. Oleh karena itu kalau mau mengisi baterai hp/kamera/power bank hanya bisa dilakukan pada malam hari. Hehe. Untuk kamar mandi ya harap maklum karena di kapal kecil, jadi cuma ada satu kamar mandi. Kita harus bergantian untuk mandi dan juga kadang dalam rangka mempercepat mobilitas persiapan sanitasi kita ya harus sabar ya gaes berdua-berdua mandinya. hahaha.

Drama sebelum kita berangkat aja cukup banyak. Dari nyari tiket murah sulitnya masyaallah, hampir deg-degan tidak jadi ikut trip karena belum punya tiket di saat teman-temannya salah satu teman aku sudah punya tiket dengan harga murah. Saat itu kondisinya aku belum ada tabungan untuk trip ini. :") Pada akhirnya dapat tiket super murah di Traveloka, padahal saat itu kondisinya aku hanya iseng membuka aplikasi setelah makan malam di Pizza Hut. Bahkan lebih murah dari teman-teman baruku itu. hahaha. Setelah dapat tiket, sebulan sebelum flight akun Traveloka aku di-hack orang dan tiket gue di-refund tiba-tiba. Saat itu aku lagi lembur kerja di kantor dan ada laporan yang harus selesai di hari esoknya. Panik banget bukan maen........ langsung aku menghubungi Traveloka dan teman gue yang alhamdulillah bekerja disana serta blokir kartu kredit yang nyantol di aplikasi. Alhamdulillah masalahnya cepet diselesaikan sama dia dan orang Traveloka. Kita malah dapat tiket pesawat dengan maskapai penerbangan lebih baik dan tidak bayar kelebihan biaya dari tiket baru tersebut. Oh iya, ini karena saat itu tiket dengan maskapai yang sebelumnya aku book sudah habis. Jam penerbangan yang mirip dengan penerbangan aku sebelumnya cuma maskapai ini. Terimakasih Traveloka :)

The greatest part is ternyata kita semua yang ikut di trip ini memakai maskapai penerbangan dan jam penerbangan yang sama pada hari itu!! Mantap gak tuh? Hanya satu orang yang tidak sama, karena berangkat bukan dari Jakarta. Ini pun punya dramanya sendiri. hahaha. Emang kalau sudah diridhoi untuk pergi, ya pergi aja. Rezekinya baik saat itu. Alhamdulillah. Hari pertama sampai di Bandar Udara Komodo, kita langsung saling memperkenalkan diri masing-masing ke teman-teman baru. Setelah itu kita dijemput oleh orang hotel kita. Kita bermalam di hotel yang tipenya seperti asrama gitu, jadi kita tidur di bunk bed. Nama hotelnya adalah Green Hill Bed Station. Ini adalah pengalaman pertama kalinya aku untuk tidur di bunk bed. Hehehe. Kita pilih hotel ini karena :
  1. Harganya masih terjangkau saat itu sekitar 150-160 ribu kalau tidak salah
  2. Kita cuma mau tidur semalam saja karena esok paginya kita sudah langsung dijemput oleh awak kapal tempat kita mengarungi lautan Labuan Bajo
  3. Tempatnya strategis dengan pelabuhan tempat kapal pinisi kami bersandar

    Bandara Udara Komodo
    Sumber : Koleksi Pribadi, 2019
Itu saja sih alasannya. Hehehe. Sesampainya di hotel kita istirahat dan berbenah diri, mandi dan shalat. Setelah itu kita jalan dari hotel ke tempat kuliner seafood di Labuan Bajo, namanya Kita Kita Kampung Ujung sambil mengambil beberapa foto sebagai kenangan kita. Kita makan seafood hampir kalap. Apalagi sistem kita untuk makan seafood ini sharing. Biasanya kalau sharing gitu, kita bisa tidak sadar sudah berapa banyak pesanan yang kita pesan. Pertama kalinya aku makan Ikan Barakuda dibakar di sini, sayangnya gak nyimpen foto sangkin menikmati makanan-makanannya. hahaha. Enak cuy Barakuda. Tau kan Barakuda? ikannya manyun kek cewek lagi ngambek ke pacar, kalau pacar gak ngerti maksud si cewek. LOL. Dagingnya tu juicy banget, kulitnya garing. Kebayangkan enaknya? aduh.... dicocol pake sambelnya mantap ! Aku nulis gini aja kebayang banget rasanya tu ikan, sampe jadi pingin nge-seafood. Tapi lagi bokek :) Tapi lagi ada wabah COVID-19 juga. Semoga lekas normal kembali ya kita semua.. aamiin.. 

Makanan di Kita Kita Kampung Ujung
Sumber : Koleksi Pribadi, 2019
Setelah makan malam, kita mengunjungi minimarket milik lokal untuk beli stock makanan ringan selama kita di kapal. Sebenarnya selama di kapal pun kita tidak perlu khawatir dengan makanan, karena awak kapal kita terdiri dari empat orang, kapten, guide, koki, dan helper. Makanan kita selama di kapal tidak pernah kekurangan. Bahkan sepertinya lebih sehat makanan kita di kapal dibandingkan dengan aku yang sehari-hari pada saat itu sering tinggal sendiri. Untuk makan masak seadanya saja. Kalau mood masak, ya masak. Kalau lagi gak mood, ya beli. Kalau beli tau sendiri kan gimana? Paling ayam lagi. Terus tidak pakai sayur pula, cuma lalapan. Tiap makan selama di kapal pasti ada buah, lauk, nasi, dan sayur. Bahkan pernah dihidangkan pasta dong....... cry.... baik banget mereka semua. Terong goreng tepungnya enak banget masyaallah.. Budgetnya murah banget kan?! hehehe. Iyah murah berkat teman aku sih ini.

Seafood Kita Kita Kampung Ujung
Sumber : Koleksi Pribadi, 2019
Oh sedikit tip buat teman-teman yang pingin berpetualangan ke Labuan Bajo, sinyal ponsel yang paling kuat disana Telkomsel ya. Jadi coba disiapin aja ya. hehe

Aku, teman-temanku, dan beberapa teman-teman baruku :)
Sumber : Koleksi Pribadi, 2019


Hari Pertama di Kapal

Destinasi hari pertama Sailing Labuan Bajo adalah : Kanawa, Manta Point, Takamakassar. Di Pulau Kanawa tujuan kita adalah snorkeling dan ngambil foto-foto bagus disana. Nikmatin berenang dari jarak jauh bibir pantai sampai pantai. CAPEK BANGET BOS. hahaha. Pas lagi berenang tu kek, "lah, kok gue masih disini dari tadi." terus "waw.. masih jauh". LOL. Tapi seru sih. Terumbu karang dan ikan-ikan di Pulau Kanawa masih bagus, beragam dan lucu. Sayang sekali, aku tidak bisa nyelem. hehe. Jadi cuma liat dari atas saja. Buat nyelem di laut itu susah banget. Terus aku tidak punya foto di bawah laut juga. Kalau di Karimun Jawa, si guide ini bantuin kita buat foto di bawah laut dengan cara mendorong kita ke bawah laut dengan kencang. Nanti di bawah ada yang jaga kita semisalnya kita tidak bisa naik ke permukaan lagi atau si pengunjung ini tidak bisa berenang. Di trip kali ini tidak ada yang bisa bantuin aku untuk nyelem :( Jadi setelah petualangan yang ini aku punya tekad untuk belajar diving, biar bisa nyelem di laut. Beda banget nyelem di laut sama kolam renang gaes. Massa jenisnya beda, jadi badan kita even udah coba didorong ke dalam laut susah banget. Butuh extra power sepertinya.

Kanawa Island
Sumber : Koleksi Pribadi, 2019
Destinasi selanjutnya adalah Manta Point. Buat yang belum tau Manta itu apa,
Pari Manta dan Mobula berasal dari dari Ordo Myliobatiformes yang beranggotakan Pari Burung/ Eagle Rays (Myliobatidae), Pari Elang/Cownose Rays (Rhinopteridae), dan Mobulidae. Sub Ordo tersebut mempunyai total 40 spesies yang dicirikan oleh bentuk berlian dan sirip dada menyerupai sayap yang digunakan untuk mendorong tubuhnya bergerak di dalam air. (Pedoman Identifikasi dan Pengenalan Pari Manta, 2014)
Jadi dia itu kek Pari, tapi ukurannya gede banget. Wah bener bener gede deh. Kalau kalian pernah liat feed Instagram Hamish Daud, dia pernah tuh foto sama Manta. Manta ini makanannya plankton, jadi kalau lagi berenang mulutnya kebuka mulu. Dia bakal muncul di sekitaran laut dalam dan arus yang kuat. Tidak semua pengunjung di Labuan Bajo bisa merasakan berenang bersama Manta. Bahkan bisa melihat Manta saja belum tentu. Untuk menemukan Manta, salah satu awak kapal harus ada yang di ujung kapal buat memantau, sekiranya ada di mana Manta-Manta itu berada. Alhamdulillah ketika kita di sana, kita bisa melihat Manta banyak banget! Kenapa? Karena arus di daerah lautan saat itu gede. Aku belum pernah ngerasain berenang di laut dalam. Saat itu adalah kesempatan aku untuk merasakan berenang di laut dalam. Kita udah siap mau nyemplung, pelampung sudah dipakai untuk berjaga-jaga. Beberapa teman aku juga sudah ada yang turun dan berenang. Ketika giliran aku untuk turun dari Kapal, si Bapak Kapten teriak dari atas "Jangan dulu! Arusnya masih kencang!". Tidak jadilah aku turun, masih bertengger di tangga kapal menunggu arus laut lebih tenang. Teman-teman aku yang sudah terlanjur turun di laut, bilang arusnya super kenceng, airnya super dingin, bahkan ada teman cewek aku yang hampir kebawa arus. Serem sih emang. Pada akhirnya kita tidak ada yang berenang dengan Manta :) Kita semua naik lagi ke kapal. Walaupun kesempatan aku untuk merasakan berenang di laut dalam tertunda, tapi kita bisa menikmati pemandangan Manta yang lagi pada berenang. Karena saat itu Mantanya banyak banget. Jadi takjub sendiri ngelihatnya. Nah, di bawah ini aku ada ngambil foto Manta walaupun blur ya gaes, mohon maaf. hahaha. Susah banget ngambilnya, mereka super gesit soalnya.

Manta
Sumber : Koleksi Pribadi
Beberapa bulan setelah trip ini aku dapat kabar menyedihkan tentang Manta. Sedih banget deh. Mereka berenang dengan mulut terbuka karena makanan mereka plankton. Ada bagian organ tubuh mereka yang akan menyaring plankton ini. Sayang sekali kepedulian kita terhadap kebersihan masih rendah. Masih banyak orang-orang yang membuang sampah di sungai atau laut sehingga sampahnya terbawa hingga ke laut. Di tanah aja belum tentu sampah bisa terurai, apalagi di laut? Aku udah lupa sih ada dimana berita ini, tapi itu sangat heartbreaking. Selama kita sailing pun aku sering liat si kapal-kapal ini membuang sampah di laut juga. Sedih banget liatnya. Semoga kita semua terketuk hatinya dengan memulai buang sampah pada tempatnya.

Setelah liat Manta, kita semua makan siang (enak banget makanannya) dan siap-siap lagi untuk ke Takamakassar. Kalian pernah ke Tanah Lot, Bali gak? Takamakassar ini tempatnya hampir mirip dengan Tanah Lot, Bali jenisnya. Jadi dataran ini keliatan ketika laut pasang surut. Kalau lagi pasang naik, datarannya tidak keliatan. heheh. Ya cuma dataran biasa aja sih. Mirip sama yang di Karimun Jawa juga, tapi aku lupa bilangnya apa kalau disana. Disini kita gak banyak ngabisin waktu. Hanya foto-foto dan ciprat cipratin air aja terus balik lagi ke kapal.

To be continued...

Comments

Popular posts from this blog

MOS MOS MOS yuhuuuuuu~ ƪ(ˇ▿ˇ)ʃ

Okey.. Gue sekarang mau cerita gimana rasanya hari pertama diterima di sekolah baru, gedung baru, suasana baru, dan manusia manusia baru-_- yaaa.. pastinya kalian pernah kan rasain gimana rasanya itu semua.. kehilangan teman lama yang udah  ' klop ' banget. rasanya sediiiih banget. hiks hiks hiks *lebayemang. eh, tapi beneran loh.. gue ngerasa sedih banget kehilangan teman teman gue. (padahal masih bisa contact. heheh) Rachmah, Firda, Mita, Achy, oh Bella .... oh miss you all :**** kangen deh.. u,u okey forget that. suasana baru!!!! yeeeeey! (?)gue sekolah di SMAN 67. tepatnya di daerah Halim Perdana Kusuma. itu loooh, ada proposnya-_- rumah gue kan jauh yak di Villa, sekolahnya nyangsang di lapangan udara. ah, yang penting membahagiakan mama papa, menjadi anak yang sukses (Y) berhubungan dengan sekolah gue yang jauh nan jaoh di mato (lupakan) gue pastinya sering telat dong. udah tau bangun tidur aja gue masih dibangunin, mandi masih belum melek, dan hal yang paling bodoh gue ...

Yap! Hari pertama kelas 1 SMA hemmmm....

menginjak kelas  1 SMA! akhirnya bisa memakai seragam SMA setelah di MOS selama 7 hari di sekolah dan Sukabumi. hahaha. :D ini kelas gue. kelas X.1.. yaaaa... gue rasa gue bakal ketemu sama manusia manusia yang pintar di dalam sana. dan kelas ini gak akan ramai seperti kelas 9.1  encino , dan X.D -_- okey.. memulai hidup baru, dan harus memperkenalkan diri lagi dengan manusia baru lainnya dan pastinya harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan baru ini. kelas ini belum tersedia fasilitas seperti yang gue gambarkan di blog gue yang 'ternyaaataaaa?!". masih seperti kelas lainnya. (just ordinary) nah sebelumnya, gue udah booking tempat duduk berdua sama temen gue dari SMP yaitu Adelheid Serafina Tira Puspita Candra . Namanya udah kayak kereta api yak.. Panjang banget cuy!-_- Gue manggil dia cukup 'Tira'. Dari SD sampai gue SMP, gue paling gak suka duduk di paling belakang. Gue suka duduk di depan. Otomatis gue harus datang duluan dong? Harus ngetem tempat duluan dong?...

Crimon Java

Assalammualaikum Sedikit mau cerita pengalaman pertama aku traveling dilepas sama orang tua dengan teman teman ku. Mereka adalah teman ku dari SMP yang alhamdulillah masih tetep main sampai sekarang. Bahkan kita masih suka planning buat next destination mau kemana. heheh. Sebenarnya pengalaman ini udah lama, di bulan September tahun 2018. Kondisi aku saat itu baru banget ditarik ke salah satu divisi di tempat kerja ku pada saat itu juga (udah resign soalnya sekarang hehe) dan karena belum satu tahun kerja disitu aku belum dapat cuti. Jadi ini bener bener kita manfaatin banget weekend buat traveling. Bahkan karena posisi ku saat itu baru, masih beradaptasi dan travel ini udah direncanakan dari jauh hari sebelum aku ditarik di divisi itu, aku bawa laptop.......... (cry) Kita ngambil paket traveling Karimun Jawa yang 2 hari 1 malam. Hari Jumat malam pulang kantor berangkat naik kereta ke Semarang, sampai sana udah Sabtu pagi. Lalu dijemput oleh travelnya ke pelabuhan di Jepar...